Biometrics for patient safety

Penerapan Biometrik untuk Menunjang Pasient Safety

Patient Safety ? semua pasti pernah mendengar istilah “patient safety” apalagi kalau rumah sakit atau puskesmas tempat Anda bekerja sedang melakukan akreditasi hehehe.  Secara singkat patient safety adalah keamanan pasien, dimana pihak penyedia pelayanan kesehatan membuat suatu system atau cara untuk memberikan asuhan kesehatan yang aman kepada pasien.

Lalu bagaimana pihak penyedia pelayanan kesehatan di Indonesia menerapkan patient safety. Selama yang saya tahu (mohon dikoreksi apabila saya salah) penerapan patient safety dimulai dengan melakukan identifikasi pasien dengan cara mencocokkan nama, nomor rekam medis, tanggal lahir dan alamat.  Lalu apakah ini sudah berjalan cukup efektif? Jawabannya bisa Anda jawab sendiri dengan cara melihat apakah masih ada duplikasi berkas rekam medis pasien maupun berkas yang tertukar karena kesalahan identifikasi.

Di negeri Uncle Sam (Paman Sam) kesalahan medis yang dapat dicegah menjadi penyebab kematian no 3 dan terjadi pada 40.000 pasien per tahun. RAND report pada tahun 2008  “Identity Crisis: An Examination of the Costs and Benefits of a Unique Patient Identifier for the U.S. Health Care System,”  menyebutkan bahwa rata-rata tingkat duplikasi rekam medis 8-12% di MPI (Master Patient Index). (Untuk data di Indonesia tentang persentase duplikasi berkas rekam medis saya belum punya apabila ada yang tahu bisa di bagi ilmunya hehe)

Emang kenapa kalau berkas nya terduplikasi atau salah berkas mas? Banyak sekali efeknya, bisa berpotensi kesulitan dalam proses klaim, salah diagnosis, salah tindakan, dan yang lain sebagainya.

Lalu bagaimana caranya meningkatkan patient safety?teknologi telah masuk dalam sendi-sendi kehidupan di kehidupan manusia. Salah satunya adalah dengan biometrics. Apa itu biometrics? Biometric adalah metode untuk mengenali ciri-ciri fisik seseorang. Bisa seperti fingerprint, palmvein, finger vein, iris, facial recognition, voice recognition. Seperti di film-film laga fingerprint, iris, facial recognition dan voice recognition sering digunakan.

Fingerprint, facial recognition, voice recognition relative mudah untuk dipalsukan. Apalagi fingerprint bisa disalin dengan alat rumah tangga yang cukup sederhana, selotip. Fingerprint juga tidak bisa diterapkan pada semua orang karena tidak semua orang mempunyai sidik jari yang masih utuh, biasaya orang yang bekerja kasar sidik jarinya sudah tidak sempurna.  Bagaimana dengan iris? Iris adalah karakteristik pengenal yang paling unik selain DNA.

Apa keunggulan Biometric? dapat dimanfaatkan di daerah administrasi untuk mendaftarkan pasien. Setelah pemindaian awal, karakteristik identifikasi dalam pemindaian dapat dikaitkan dengan berkas rekam medis pasien. Dalam setiap kunjungan berikutnya, pasien tidak lagi harus melalui proses registrasi yang panjang (yaitu mengisi kertas kerja, mengirimkan kartu asuransi, dll.). Sebagai gantinya, semua data ini dapat dipasangkan secara otomatis berdasarkan informasi yang tersimpan yang terkait dengan pemindaian biometrik. Teknologi biometrik juga dapat membantu melindungi dari kecurangan. Dengan kata lain, mengidentifikasi pasien berdasarkan pemindaian biometrik menghilangkan kemungkinan pasien menggunakan kartu asuransi curian. Pemindaian biometrik menambahkan tingkat kepercayaan pada identifikasi pasien, memastikan pasien yang tepat menerima obat yang diresepkan pada dosis yang sesuai. Ini membantu mengurangi kesalahan administrasi pengobatan, cedera pasien, dan tuntutan hukum potensial. Biometrik juga dapat  membantu memastikan bahwa hanya mereka yang diberi wewenang untuk melihat catatan pasien diberi akses terhadapnyaTeknologi Iris biometric sudah banyak dikembangkan di ranah kesehatan. Anda bisa mencari di google iris biometric maka akan bermunculan perusahaan yang menyediakan teknologi iris biometric. Permasalahan dalam pengembangan dan penerapan teknologi ini adalah masalah dana. Apalagi jika dikaitkan dengan kodisi ekonomi dunia yang sedang tidak menentu. Tapi apabila melihat manfaat nya maka dana investasi akan sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh. Yup ini juga tergantung paradigma masyarakat amupun decision maker tentang pentingnya data/informasi kesehatan seperti data/informasi kekayaan kita yang disimpan di bank.

 

Abdillah Azis

Loves Jogja and You

Referensi: imprivata, rightpatient

Check Also

3

Leka – Teman Main Cerdas Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Sebuah robot mainan cerdas yang dinamakan Leka, dibuat sebagai teman bermain dan belajar anak-anak berkebutuhan khusus (autis).

Show Buttons
Hide Buttons