Jet Injection, Inovasi Terbaru Pengganti Jarum Suntik Tanpa Sakit

Apa kabar Sahabat Gawai Sehat? The Centers for Disease Control and Prevention USA memperkirakan kurang lebih 385.000 kasus per tahun akibat kecelakan pemakaian jarum suntik oleh tenaga kesehatan. Wahh cukup banyak ya kasusnya. Jarum suntik bagi sebagian orang memang menakutkan, mulai dari anak SD, emak-emak raja jalanan,  prajurit TNI, aktor Jackie Chan, bahkan tenaga kesehatan yang biasanya nyuntik juga ada yang takut sama jarum suntik lho hehehe. Sahabat Gawai Sehat bisa searching di Instagram dengan #jarumsuntik, maka akan muncul video-video horror tentang jarum suntik. Menurut saya video yang paling lucu adalah video anak SD yang harus kucing-kucingan dulu sebelum disuntik.

Ketakutan terhadap jarum suntik memang benar adanya. Trypanophobia adalah ketakutan seseorang terhadap jarum suntik. Dilansir dari situs medicalogy ketakutan ini selanjutnya akan dapat menimbulkan reaksi fisik berlebihan karena dipengaruhi oleh pemikirannya. Sebenarnya ketakutan yang dirasakan oleh orang dengan trypanophobia seringkali tidak beralasan dan tidak berdasarkan logika yang jelas. Nah biasanya penyebab trypanobhobia sendiri karena trauma akan mantan jarum suntik dan terbawa sampai sekarang. Adakah teman Anda yang mengalami trypanophobia? Kalau ada coba ditanya lebih takut dengan jarum suntik atau dengan kenangan bersama mantan.

injection

Sahabat Gawai Sehat tidak perlu bersedih hati, berguling-guling apalagi sampai menggigit meja hehe apabila takut dengan jarum suntik. Teman-teman ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat telah membuat alat yang dinamakan jet-injection. Alat ini memanfaatkan gaya Lorentz untuk menembus kulit dan mengatur dosis yang terkontrol dengan kedalaman yang berbeda. Alat ini dapat mengatur dosis obat, tingkat kedalam hingga tekanan yang diberikan, karena kulit bayi dengan kulit orang dewasa berbeda. Actuator gaya Lorentz ini yang berfungsi mengatur arus dan kecepatan menyuntik. Proses penyutikan melalui dua fase. Fase yang pertama adalah fase tekanan tinggi untuk menembus kulit dan mencapai kedalaman yang diinginkan, fase tekanan tinggi  diikuti oleh fase aliran bertekanan rendah yang memungkinkan obat diserap oleh jaringan di sekitarnya. Tekanan juga bisa dimodifikasi agar sesuai dengan jenis kulit yang berbeda. Insinyur MIT juga telah menguji kemampuan untuk memberikan obat-obatan mata melalui retina, dan juga melalui membran timpani (atau gendang telinga) untuk mengantarkan obat ke telinga tengah dan dalam. Ian Hunter, George N. Hatsopoulos, Profesor Teknik Mesin yang memimpin tim peneliti, mengatakan bahwa perangkat tersebut juga dapat menggunakan obat dalam bentuk bubuk dan diprogram untuk bergetar pada tingkat yang sedemikian rupa sehingga obat tersebut seperti cairan saat disuntikkan ke pasien. Untuk penjelasan lebih lengkap bisa dilihat di video ini.

Gimana penderita trypanophobia pasti bahagia membaca berita ini. Nah yang jadi pertanyaan apakah Indonesia sudah mempunyai alat ini? sepertinya belum ya? Hmm jadi harus bersabar dulu yaa..

 

(Abdillah Azis)

Always Love Jogja and You

Check Also

amoba2

AMOBA: Aplikasi untuk Kesehatan Ibu dan Anak Besutan Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM

AMOBA (Application of Mother and Baby) adalah sebuah aplikasi mobile yang merupakan buah ide dari lima mahasiswa Sekolah Vokasi UGM.

Show Buttons
Hide Buttons