Pentingnya Inovasi Vendor dalam Bisnis Sistem Informasi Kesehatan

US Department of Veteran Affairs (VA), sebuah lembaga yang menangani pelayanan kesehatan bagi para veteran militer Amerika Serikat, awal bulan ini telah mengumumkan akan mengganti sistem rekam kesehatan elektronik yang mereka gunakan. VA sebelumnya menggunakan the Veterans Health Information Systems and Technology Architecture (VistA), yang dibangun pada tahun 1970-an dan telah diimplementasikan pada lebih dari 1200 sarana pelayanan kesehatan di Amerika Serikat.

VA akan mengganti VistA dengan Cerner, sebuah platform rekam kesehatan elektronik yang digunakan oleh US Department of Defense (DoD). Kebutuhan akan fungsi interoperabilitas sistem antara VA dan DoD mengharuskan VA beralih ke Cerner. Setelah puluhan tahun digunakan tanpa inovasi yang bisa membuat mereka bertahan, akhirnya VistA harus ditinggalkan. Kelebihan Cerner dalam integrasi antara telehealth dan rekam kesehatan elektronik telah membuat mereka menggantikan posisi VistA dan memperoleh nilai kontrak hingga 4,6 Milliar US Dollar.

Peristiwa bersejarah dalam dunia sistem informasi kesehatan ini mengingatkan kita bahwa inovasi itu perlu dan harus selalu diupayakan. “Tidak ada yang tetap, yang tetap adalah perubahan itu sendiri”, kita harus terus berubah mengikuti perkembangan dan kebutuhan zaman. Tentu kita semua tahu bagaimana Yahoo yang dulunya raksasa mesin pencari (sebanding dengan Google), akhirnya terpuruk dan dibeli oleh Verizon. Lalu bagaimana Nokia yang merupakan merk ponsel sejuta umat akhirnya tenggelam karena terlambat membaca perubahan pasar ketika sistem operasi Android diluncurkan, dan banyak lagi contoh lainnya.

Begitu juga dalam dunia sistem informasi kesehatan, sebuah vendor tidak boleh terlalu lama dalam kondisi nyaman dan begitu percaya diri dengan sistem yang telah dibangunnya. Tuntutan dan kebutuhan pasar harus diperhatikan, mulai dari awal implementasi sampai layanan purna jualnya. Konsumen semakin pandai, vendor semakin banyak, maka inovasi akan menjadi keunggulan sebuah vendor dibandingkan para pesaingnya. Inovasi bisa mencakup fitur, metode pembayaran, dan paket purna jual. SIMPUS contohnya, integrasi dengan p-Care BPJS bisa menjadi nilai lebih. Kemudian adanya customer service yang bisa memberikan solusi cepat dan tepat bagi masalah konsumen juga bisa menjadi nilai lebih. Banyak konsumen yang kecewa karena komplain terhadap vendor tidak pernah atau terlambat ditanggapi. Dari sisi metode pembayaran, tentu vendor bisa memberikan paket penawaran yang terjangkau, berkelanjutan, dan memberikan jaminan atas pelayanan.

Nah mari berkompetisi dan berinovasi, untuk kemajuan teknologi kesehatan di Indonesia.

Salam Gawai Sehat.

 

*Referensi: healthcare-informatics, meritalk

Check Also

electronic health record

Inilah Tahapan Ideal Implementasi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit

Berikut adalah tahapan ideal dalam implementasi rekam medis elektronik, khususnya di rumah sakit.

  • Singgih Gunawan

    Pengelolaan bisnis rumah sakit sangat vital, sering terjadi kebocoran disektor tertentu yang bisa menambah value loss. Bisnis harusnya meningkatkan nilai investasi. Untuk itu kami berikan value inovasi untuk SIM RS, KLINIK, PUSKESMAS , maupun DOKTER.
    Hubungi marketing kami sdr Dipta/Nurul di no 0811341212, atau email [email protected]
    TRUSTMEDIS. https://www.trustmedis.com. dengan senang hati kami akan menhubungi Anda lebih lanjut.

  • Web M3W

    Kualitas Sistem Informasi Rumah Sakit diukur hingga zero defect. Begitu pula sistem inventory juga harus bagus, karena disitu kunci manajemen material aset. Dengan batch yang tercatat, Sistem Informasi Rumah Sakit Hope dari http://www.media3warna.com telah terbukti bagus dan lengkap agar manajemen obat dan alkes selalu terkontrol oleh manajemen Rumah Sakit.

Show Buttons
Hide Buttons