RIBA – Robot Asisten Pengangkat Pasien

Low back paint (LBP) sering sekali terjadi pada perawat yang memiliki aktivitas fisik dan sarana kerja yang dominan. Hasil penelitian Kurniawidjaja (2014) mendapatkan prevalensi LBP cukup tinggi pada perawat UGD di RSUD Tarakan tahun 2013 (61,1%) dan perawat rawat inap di RS Bhayangkara tahun 2012 (31,8%), namun rendah pada perawat UGD di RSS bila dibandingkan dengan hasil survei global (43,1–87%).

Selain pada data di atas, ternyata perawat di negara Jepang juga mengalami hal yang sama. Begitu juga dilansir dalam getreferralmd.com, bahwa sebagian dari perawat mengalami masalah kesehatan di setiap tahunnya karena harus mengangkat pasien ke tempat tidur atau memindahkan pasien ke tempat tidur yang lain.

Berdasarkan hal tersebut RIKEN berkolaborasi dengan Tokai Rubber Industries, Ltd. (TRI) berhasil mengembangkan sebuah robot asisten perawat bernama RIBA (Robot for Interactive Body Assistance). RIBA adalah robot pertama yang dapat mengangkat dan meletakkan pasien menggunakan sensor sentuhan dengan akurasi yang tinggi. RIBA dikembangkan dengan mengintegrasikan kontrol, sensor, dan pengolahan informasi RIKEN dan TRI dengan bahan dan desain yang terstruktur. Hal ini merupakan sebuah inovasi pemanfaatan teknologi dalam membantu kegiatan pelayanan di bidang kesehatan.

Spesifikasi Robot

RIBA robot 1Robot ini memiliki tinggi 140cm dengan berat 180kg (sudah termasuk baterai). RIBA dapat beroperasi selama satu jam dengan penggunaan standar. Untuk penggunaan RIBA tidak hanya digunakan oleh perawat tetapi juga bisa dipakai di rumah. RIBA berbentuk seperti boneka beruang dan diupayakan dapat memberikan kenyaman pada pasien.

Detail Teknologi

RIBA robot-1

RIBA mempunyai letak sendi dan ukuran yang dirancang untuk mengangkat manusia. Robot ini memiliki lengan ramping dan setiap struktur sendi memiliki kekuatan dan output torsi yang tinggi.

RIBA robot-2

RIBA memiliki dua kamera dan dua mikrofon, dan dapat mengikuti operator dengan penglihatan dan audio. Ketika operator dalam penglihatannya, RIBA mendeteksi posisi (arah dan jarak) dan bergerak ke depan operator. RIBA juga dapat mendeteksi arah sumber suara.

RIBA robot-3

RIBA terlapisi dengan bahan yang lembut. Secara khusus, siku dan pinggan sendi berupa isolator sehingga membuat RIBA aman untuk berinteraksi fisik dengan manusia. Kelembutan ini juga memberikan kenyamanan pada pasien ketika diangkat.

RIBA robot-4

RIBA memiliki omni-roda yang dapat bergerak ke segala arah. Hal ini memungkinkan RIBA bergerak ke dalam ruang sempit antara tempat tidur di kamar rumah sakit. Batrai dan komputer utama dipasang di dasar robot.

RIBA robot 2

(Destri Karlina)

Sumber:

rtc.nagoya.riken.jp; getreferralmd.com;

Kurniawidjaja, L. M. (2014). Pengendalian Risiko Ergonomi Kasus Low Back Pain pada Perawat di Rumah Sakit. MKB , 225-233.

 

Check Also

3

Leka – Teman Main Cerdas Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Sebuah robot mainan cerdas yang dinamakan Leka, dibuat sebagai teman bermain dan belajar anak-anak berkebutuhan khusus (autis).

Show Buttons
Hide Buttons