Aspirin Elektrik: si Kecil Pereda Sakit Kepala

Terlalu lelah bekerja? Sering bermain gawai dalam waktu lama? Telat makan? Stres berlebihan? Dehidrasi? Pola tidur tidak teratur? Kurang olahraga? Lama menjomblo? Hal-hal sepele tersebut merupakan beberapa pemicu utama munculnya sakit kepala. Biasanya, masyarakat mengobati sakit kepala dengan mengonsumsi obat aspirin.

Sejak lama aspirin telah menjadi pilihan utama bagi penderita sakit kepala. Selain harganya yang murah, obat ini bisa dibeli di mana saja dan konon tergolong efektif untuk meredakan sakit kepala. Akan tetapi, obat aspirin memiliki banyak kandungan bahan kimia yang membahayakan tubuh. Konsumsi bahan kimia secara berlebihan dapat menyebabkan penurunan fungsi kerja tubuh.

Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan, hal ini dimanfaatkan para ilmuwan dari Eropa untuk menciptakan suatu alat kesehatan elektrik canggih tanpa menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya, yang mampu mengobati sakit kepala. Alat ini disebut Aspirin Elektrik.

Apa itu Aspirin Elektrik?

Aspirin elektrik adalah suatu alat medis yang dapat membantu meredakan sakit kepala berat, sakit kepala ringan dan migrain dalam waktu yang singkat tanpa menimbulkan efek samping dan tidak meninggalkan bekas luka.

Bagaimana Cara Kerja Aspirin Elektrik?

Penggunaan aspirin elektrik yaitu dengan menempelkannya pada tulang tengkorak (biasanya pada rahang yang bergusi). Ketika pasien merasa sakit kepala, perangkat implan diletakkan di tempat yang terasa nyeri, kemudian remote control yang ditempelkan pada pipi secara otomatis akan memancarkan impuls listrik yang berfungsi menahan sinyal sakit kepala yang dikirim dari sistem syaraf khusus atau SPG (sphenopalatine ganglion) sehingga dalam waktu singkat dapat memblokir rasa nyeri yang dirasakan.

Aspirin elektrik didesain berukuran mungil dengan bentuk yang menyerupai permen karet ukuran standar agar lebih mudah dibawa kemana saja.

ASPIRIN

Keefektifan Aspirin Elektrik

Aspirin elektrik dapat meredakan sakit kepala hanya dalam kurun waktu 15 menit setelah alat tersebut dioperasikan. Sebuah statistik menunjukkan bahwa rata-rata penderita sakit kepala tiap minggunya mengalami penurunan sebanyak 31% setelah menggunakan aspirin elektrik untuk mengobati sakit kepala.

Kendala

Saat ini aspirin elektrik hanya tersedia di negara-negara Eropa dan belum tersedia di Asia bahkan Amerika. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration atau FDA terkait fungsi dari alat ini sebelum disebarluaskan ke negara-negara lain. Permasalahan lain yang ditimbulkan dari aspirin elektrik ini adalah harganya yang mahal sehingga tidak semua orang bisa memilikinya.

 

(Yanningtyas Septyana Putri)

Referensi: bibalex, himatro unila, liputan6, clincapture, sayamausehat

Check Also

nano retina 2

Nano Retina: Chip untuk Mengatasi Kebutaan

Nano Retina, sebuah perusahaan di Israel, mengembangkan teknologi berupa implant untuk menggantikan fungsi fotoreseptor yang rusak.

Show Buttons
Hide Buttons