Skenario Perkembangan mHealth di Era JKN

Perkembangan Teknologi Digital di Indonesia

Indonesia adalah “raksasa teknologi digital di Asia yang sedang tertidur.” Itulah judul berita yang diterbitkan di laman resmi kominfo yaitu kominfo.go.id. Bagaimana tidak dengan jumlah penduduk yang diproyeksikan oleh BPS menyentuh angka 250 juta pada 2016 jiwa merupakan pasar yang cukup seksi bagi para developer yang berkutat di bidang teknologi digital.  Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Munculnya startup-startup di Indonesia seperti Go-Jek, Tokopedia, BukaLapak, Uber, GrabBike dll ikut menyemarakkan perkembangan teknologi digital di Indonesia.

m-health

Perkembangan mHealth

Seperti yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya tentang peran AR, VR dan Gawai dalam bidang kesehatan. Gawai memang memiliki cara yang unik dalam memberikan pelayanan kepada seseorang melalui mHealth. Banyak startup kesehatan yang muncul di Indonesia mulai dari AloDokter, Dokter Diabetes, NusaHealth, dll. Ke depan dipastikan masih banyak startup kesehatan yang akan bermunculan karena memang startup di bidang kesehatan masih belum terlalu dilirik di Indonesia.

Skenario Perkembangan mHealth di Era JKN

Seperti kita semua ketahui, Indonesia sedang memasuki era JKN. Kami akan mencoba menganalisis skenario perkembangan mHealth di era JKN. Kami berharap dengan skenario ini dapat membantu para developer dalam membangun serta berinovasi dengan startup-nya.

Skenario 1: Konsumen dapat mendownload aplikasi kesehatan untuk dipasang di smartphone nya. Konsumen akan mengisi dengan informasi kesehatannya sendiri. Misalnya, konsumen input kadar glukosa darah dan tekanan darah dia diperoleh dirinya menggunakan peralatan kesehatan di rumah.

Dalam skenario ini pihak developer berdiri sendiri dan tidak bekerjasama dengan institusi (fasilitas pelayanan kesehatan) manapun maupun BPJS

Skenario 2: Konsumen dapat  mendownload aplikasi kesehatan untuk smartphone nya yang dirancang untuk membantu mengelola kondisi penyakit kronis. Konsumen dapat mendownload data EMR melalui portal pasien. Konsumen juga  dapat meng upload informasi kesehatannya sendiri ke EMR melaui portal pasien.

Pengembang sudah bekerja bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (konsumen sudah dapat mendownload dan mengupload informasi kesehatan di EMR melalui portal pasien) tapi belum bekerjasama dengan BPJS.

Skenario 3: Konsumen dapat berkonsultasi dengan dokter melaui chat maupun live. Konsumen juga dapat mengirim hasil laboratorium untuk digunakan dokter sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nasihat kepada konsumen.

Pengembang sudah bekerja bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (konsumen tidak hanya dapat mengakses informasi kesehatannya sendiri tapi juga sudah dapat berkonsultasi lewat chatting maupun live) tapi belum bekerjasama dengan BPJS.

Skenario 4: Konsumen mendownload aplikasi kesehatan untuk smartphone nya yang dirancang untuk membantu mengelola kondisi penyakit kronis. Fasilitas  pelayanan kesehatan dan pengembang aplikasi telah menandatangani perjanjian interoperabilitas permintaan konsumen yang memfasilitasi pertukaran aman informasi konsumen antara EMR penyedia dan aplikasi. Aplikasi kesehatan ini sudah memungkinkan pasien untuk menggunakan fitur TeleHealth (konseling kesehatan, pemantauan makanan dan olahraga dll). Fasilitas pelayanan kesehatan juga telah bekerjasama dengan BPJS untuk proses klaim asuransi peserta BPJS yang menggunakan aplikasi tersebut.

Pengembang sudah bekerja bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (konsumen tidak hanya dapat mengakses informasi kesehatannya sendiri tapi juga sudah dapat berkonsultasi lewat chatting maupun live) dan bekerjasama dengan BPJS untuk proses klaim asuransi atas pelayanan kesehatan yang telah didapat oleh konsumen dari fasilitas pelayanan kesehatan.

 

(Abdillah Azis)

Referensi: bps, kominfo

Check Also

AR VR dalam kesehatan

Peran AR, VR dan Gawai dalam Pelayanan Kesehatan

Augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan gawai atau gadget memegang peranan penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Show Buttons
Hide Buttons