AR VR dalam kesehatan

Peran AR, VR dan Gawai dalam Pelayanan Kesehatan

Apa itu AR (Augmented  Reality)

Augmented Reality atau realitas tertambah adalah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Peran Augmented Reality

Teknologi ini biasanya digunakan pada bidang militer, medis, komunikasi, dan manufaktur yang mempunyai risiko besar dan membutuhkan tambahan benda-benda semu yang meniru benda-benda nyata sebelum diimplementasikan. Contohnya, pada pemeriksaan sebelum operasi seperti CT Scan atau MRI yang memberikan gambaran kepada ahli bedah mengenai anatomi internal pasien. Dari gambar-gambar tersebut, kemudian pembedahan direncanakan. AR dapat diaplikasikan sehingga tim bedah dapat melihat data CT Scan atau MRI pada pasien saat pembedahan berlangsung.

Apa itu VR (virtual Reality)

Virtual reality (VR) atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi.

Peran Virtual Reality

Teknologi ini biasanya digunakan pada bidang medis, arsitektur, dan penerbangan yang mempunyai risiko yang sangat besar dan membutuhkan prototype yang meniru kondisi nyata sebelum diimplementasikan. Contohnya, dunia medis sudah memanfaatkan VR sejak tahun 1990-an berupa alat simulasi laparoskopi dan endoskopi. Di bidang psikiatri, VR digunakan sebagai media psikoterapi prajurit-prajurit yang mengalami Post Trauma Stress Disorder (PTSD) setelah kembali dari medan perang. Selain itu, VR juga dapat digunakan sebagai terapi pengalih rasa sakit (pain distractor) pada pasien luka bakar yang sedang menjalani perawatan luka. Beberapa universitas di luar negeri juga telah menggunakan VR sebagai media belajar etika dan kemampuan komunikasi dengan pasien virtual dalam pendidikan kedokteran.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui tentang bagaimana AR dan VR dapat membantu para Praktisi Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan Perlu Sahabat Gawai Sehat ketahui bahwa pengembangan AR dan VR masuk di peringkat 1 trend aplikasi 2016 versi SDI (Software Developers India).

Gawai

Gawai menawarkan cara yang unik dan praktis dalam pelayanan kesehatan. Gawai yang sekarang sudah sedemikian akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia tidak bisa dinafikkan peranannya dalam dunia kesehatan. Munculnya aplikasi pengontrol kebugaran seperti S-Health, Nike+Run Club, Google Fit, NusaHealth (NusaHealth juga bisa sebagai Personal Health Record), serta Endomodo. Tidak hanya itu aplikasi untuk konsultasi dokter lewat gawai juga bermunculan seperti AloDokter, Dokter Diabetes, Doktor Gratis Plus, dll. Pengembangan TeleMedicine pun digarap dengan serius oleh para pengembang. Doktor Gratis Plus sudah menyediakan fitur TeleMedicine dan juga aplikasi besutan UGM dengan SIXCAP akan menambahakan fitur TeleMedicine di aplikasi NusaHealth. Kemenkes RI juga tidak ingin ketinggalan, berita terbaru ada aplikasi Sehat Jiwa yang diluncurkan tahun 2015 dan aplikasi Pendaftaran Online yang diluncurkan pada 2 Desember 2016.

 

(Abdillah Azis)

Sumber: wikipedia, softwaredevelopersindia

Image Credit: bigthink

Check Also

mobile-health-apps

[Survey] Berbagai Jenis Aplikasi Kesehatan Berbasis Mobile Di Pasaran

Terdapat berbagai mobile health apps atau aplikasi kesehatan berbasis mobile di pasaran, mulai dari yang memiliki fungsi sederhana hingga yang kompleks.

Show Buttons
Hide Buttons