Privasi Pasien

Dukung Gerakan “Jangan Share Data Pribadi Pasien di Sosial Media”

Menanggapi maraknya broadcast di sosial media terkait kasus atau wabah penyakit tertentu, kita perlu cerdas sebelum ikut mem-broadcast informasi tersebut. Jangan sampai informasi yang belum tervalidasi kebenarannya malah semakin tersebar luas dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Meskipun akhirnya informasi tersebut terbukti kebenarannya kita juga harus hati-hati dalam menyebarkan. Jangan sampai melanggar aspek privasi dari seseorang. Baru-baru ini beredar foto berkas yang berisi informasi medis seorang pasien terkait berita wabah Antraks di Yogyakarta. Dalam foto tersebut terdapat identitas pribadi pasien beserta data medisnya yang semestinya hanya dapat dilihat dan diakses oleh instansi terkait (meskipun foto tersebut masih diteliti keasliannya). Beredarnya data pasien tersebut menunjukkan masih banyak diantara kita yang tidak paham dengan aspek privasi pasien. Mari menjadi pengguna gawai yang bijak, jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan melanggar privasi orang lain.

Seperti tagline Gawai Sehat: “Sehat bergawai, bergawai dengan sehat”. Mari dukung gerakan “Jangan Share Data Pribadi Pasien di Sosial Media”.

Berikut penjelasan Tim Respon Cepat Waspada Antraks FK UGM terkait hoax wabah antraks yang beredar:

1. Antraks hanya ditularkan dari hewan ke manusia, tidak menular dari manusia ke manusia.

2. Masyarakat dapat dengan aman menggunakan fasilitas layanan kesehatan yang pernah merawat pasien terduga Antraks.

3. Masyarakat dapat dengan aman untuk mengunjungi daerah Godean katena tidak ditemukan adanya laporan kejadian penyakit Antraks pada hewan di daerah tersebut.

4. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi daging, dengan catatan:
– jangan memotong dan mengkonsumsi daging hewan yang sakit
– belilah daging dari rumah pemotongan hewan bersertifikat
– tidak membeli dan mengkonsumsi daging hewan pemamah biak (contoh sapi, kambing, kerbau, kuda) yang berwarna gelap dan berlendir
– masak daging dengan sempurna hingga matang dengan suhu di atas 100 derajat Celcius selama waktu 5-10 menit
– gunakan sarung tangan plastik atau karet dan masker pada saat mengolah daging

5. Laporkan segera ke posko kesehatan hewan terdekat apabila ada hewan peliharaan yang sakit.

6. Segera kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat, apabila mengalami luka di kulit setelah kontak dengan hewan yang sakit.

 

Salam Gawai Sehat.

*Image Credit: Clipart Kid

Check Also

AR VR dalam kesehatan

Peran AR, VR dan Gawai dalam Pelayanan Kesehatan

Augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan gawai atau gadget memegang peranan penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Show Buttons
Hide Buttons