Teknologi Terbaru Plaster Gips bagi Pasien Patah Tulang

Plaster gips biasanya digunakan pada pasien yang mengalami patah tulang. Bagian tubuh yang dibalut dengan plaster gips bertujuan agar bagian tubuh yang mengalami patah tulang tidak bergeser atau bergerak sehingga tulang akan sembuh dengan posisi yang tepat. Plaster gips terdiri dari kapas yang dibungkus dengan plaster paris. Perban dipasangkan ketika basah dan mengeras ketika kering. Biasanya perban dengan warna beebeda ditawarkan pada anak-anak.

Plaster gips telah menjadi alat umum dalam penyembuhan pasien patah tulang selama berabad-abad. Namun, sadarkah Anda bahwa plaster gips dapat mengakumulasi keringat, kotoran, ventilasi yang sedikit pada plaster gips dapat menyebabkan infeksi? Hal ini yang menjadi alasan salah satu startup di Mexico untuk membuat sebuah inovasi dalam menunjang kesembuhan pasien patah tulang. Sekelompok lulusan UNAM University menciptakan MediPrint (Novacast). MediPrint merupakan sebuah print 3D yang dapat diatur untuk membuat gips yang dapat dicuci dan lebih ringan 10 kali lipat dari plaster gips biasa.

mediprint gips

Ide MediPrint muncul karena ibu dari Zaid Badwan (salah satu pencetus MediPrint) pernah mengalami hal buruk karena pemasangan plaster gips yang tidak tepat sehingga menyebabkan kecacatan. Pemasangan plaster gips yang tidak tepat dapat menyebabkan tujuan utama pemasangan plaster gips untuk kesembuhan pasien patah tulang tidak tercapai yaitu penyembuhan tulang yang tumbuh tidak tepat pada posisi seharusnya. Badwan kemudian mendirikan sebuah tim lulusan UNAM yang terdiri dari Andres Souza, Carlos Hansen, Ulises Martinez and Nahme Pineda, dengan banyak insinyur, manajemen, pengusaha, bisnis, programmer, ahli 3D model dan percetakan untuk menciptakan MediPrint.

Zaid Badwan memiliki latar belakang pendidikan teknik mesin. Ia mengatakan bahwa bahan plaster gips sebenarnya sama sekali tidak begitu higienis secara medis. “Material untuk membuat bidai konvensional adalah plaster, yang sangat higroskopik. Ini berarti plaster dapat menyerap keringat dan menyebabkan bakteria untuk berproliferasi karena hampir tidak ada ventilasi,” jelasnya. Dalam kasus terburuk, Anda dapat kehilangan bagian tubuh karena komplikasi yang disebabkan oleh ulkus.

Itulah mengapa Novacast merupakan sebuah alternatif kemudahan. Dibuat dengan 3D printing, Mediprint terbuat dari bahan yang tak hanya sepuluh kali lebih ringan daripada plaster gips yang besar, Mediprint juga dapat dilepas, dapat digunakan secara pribadi dan dapat digunakan saat mandi sehingga dapat mencegah akumulasi bakteria pada plaster gips. Zaid juga mengembangkan sebuah software yang mempermudah dokter untuk mendefinisikan ukuran yang tepat dari gips, tanpa menggunakan 3D scanning. MediPrint dibuat dengan sebuah algoritma. Dokter hanya perlu memasukkan data, sebelum secara otomatis membuat geometri ideal untuk 3D printing.

NovaCast sangat tipis, sehingga dapat dicetak 3D dalam waktu 3 hingga 4 jam, tergantung ukuran dari bagian tubuh dan gips. “Baru-baru ini kami melakukan penelitian dan pengembangan untuk mengurangi waktu produksinya hingga satu jam. Tahap selanjutnya adalah membawa teknologi ini ke rumah sakit dan meningkatkan jumlah print 3D,” ucap Badwan. MediPrint diprediksi akan sekitar 3 kali lebih murah daripada alternatif yang ada sehingga dapat dijangkau semua kalangan masyarakat.

Akankah ke depannya plaster gips ini mencapai pasar Indonesia?

 

(Naufal Farah A.)

Sumber : 3eders.org, sportsinjuryclinic.net, 3printr.com

 

Check Also

3

Leka – Teman Main Cerdas Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Sebuah robot mainan cerdas yang dinamakan Leka, dibuat sebagai teman bermain dan belajar anak-anak berkebutuhan khusus (autis).

Show Buttons
Hide Buttons