Dongle Smartphone ini Mampu Deteksi Penyakit Menular Sexual Hanya Dalam 15 Menit

Sebelumnya Gawai Sehat sudah membahas sebuah USB pendeteksi virus HIV dalam 20-30 menit, kini Gawai Sehat kembali membahas teknologi pendeteksi HIV AIDS sekaligus penyakit kelamin sifilis hanya dalam waktu 15 menit saja. Wooow..

Alat ini dikembangkan dalam sebuah penelitian di Columbia yang dipimpin oleh profesor Samuel K Sia, profesor Teknik Biomedis di Columbia University.  Alat ini dapat disebut juga sebagai aksesoris smarthphone karena penggunaannya harus dihubungkan dengan smarthphone, perangkat ini telah diuji oleh petugas kesehatan di Rwanda. Selama uji lapangan di Rwanda, petugas hanya  diberi waktu 30 menit untuk melatih pengguna. Pasien merespon dengan baik dan 97% dari mereka mengatakan akan merekomendasikan perangkat ini kepada orang lain.

Pertama, pengguna meletakkan sampel darah mereka dalam bagian pipih berbahan plastik. Kolektor plastik yang berisi sampel darah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam chip khusus dan ditempatkan pada dongle yang dihubungkan langsung dengan smartphone. Pengguna cukup menekan tombol untuk mengaktifkan proses deteksi dan 15 menit kemudian hasilnya ditampilkan di layar.

colombia-engineering-dongle-for-detecting-hiv-and-syphillis_dezeen_sq01

Hasil pemeriksaan akan muncul pada layar smarthphone, pada sebuah aplikasi yang digunakan oleh pasien dengan memasukkan ID pasien dan kemudian menampilkan instruksi untuk membimbing mereka melalui proses pemeriksaan. Mengapa prosesnya cepat? Perangkat ini mengandung reagen atau reaktan guna mengamati perubahan kimia yang terjadi dari sampel. Zat penguji yang digunakan mengandung antibodi yang akan menempel pada protein dalam sampel darah, dalam hal ini HIV atau protein virus syphillis. Jika protein virus yang hadir maka reagen akan menciptakan reaksi kimia yang  membuat perubahan warna pada sampel darah. Enzim disertakan untuk membantu mempercepat proses ini. Setiap perubahan substansi kemudian dideteksi dengan sinar dan diukur berapa banyak yang diserap. Hasil ini menunjukkan adanya protein virus yaitu protein syphillis dan atau HIV.

11215-dongle-aplikasi-deteksi-hivaids-paybilindonesia1

Dongle, juga dapat dihubungkan ke komputer, hasilnya serupa dengan kualitas uji laboratorium. Biaya pembuatan Dongle sebesar $34, harga yang murah bila dibandingkan dengan biaya untuk peralatan pelayanan di laboratorium hingga $18.450 untuk melakukan uji yang sama. Sampai saat ini peneliti masih terus mengembangkan Dongle karena mereka meyakini bahwa peningkatan deteksi dini syphilis memungkinkan pengurangan angka kematian hingga 10 kali lipat. Rencana selanjutnya dari pemasaran produk ini akan disasarkan pada negara-negara berkembang. Kapan produk ini sampai ke Indonesia? mari kita tunggu bersama.

 

(Wahyu Dwi J.)

Sumber : clumbia.edu

Check Also

3

Leka – Teman Main Cerdas Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Sebuah robot mainan cerdas yang dinamakan Leka, dibuat sebagai teman bermain dan belajar anak-anak berkebutuhan khusus (autis).

Show Buttons
Hide Buttons