Sanggupkah GO-MED Gantikan Peran Apoteker?

Zaman sudah semakin canggih. Sudah banyak apps yang memudahkan kita dalam beraktivitas seperti memesan tiket, memesan barang ataupun makanan dengan tinggal memilih gambar yang sesuai (dengan harga yang sesuai pula) SIMSALABIM jadi lah barang yang kita inginkan datang di depan mata. Salah satu contoh aplikasi yang memudahkan hidup kita adalah GO-JEK. Kita harus apresiasi ide-ide brilian yang berhasil membantu pekerjaan manusia. GO-JEK sangat memanjakan kita saat perut keroncongan ketika kita lagi mager (malas gerak), membelikan tiket bioskop saat kita malas antri, membersihakan kamar kos setelah lelah seharian kegiatan kuliah plus organisasi dan masih banyak lagi tentunya kemudahan yang diberikan GO-JEK bagi penggunanya. Kemudahan yang diberikan ini membuat kita semakin jarang beraktivitas jadi makin rentan lho terkena diabetes. Cek apps untuk penderita diabetes di kupas perkakas ya hehehe.. recommended banget pasti.

Nah yang ingin diulas Gawai Sehat kali ini bukan aplikasi tentang diabetes tetapi tentang munculnya GO-MED pada tanggal 12 Oktober 2016. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membeli obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan medis lainnya dari apotek berijin. Fitur ini merupakan kolaborasi antara Go-Jek dengan aplikasi Apotik Antar. Apps HaloDoc pun kini menggandeng GO-JEK dengan fitur GO-MED nya untuk memudahkan mengantarkan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pengguna apps HaloDoc.

GO-MED

Semua menjadi lebih mudah, ketika seorang pasien membutuhkan obat, maka yang perlu dilakukan hanyalah membuka aplikasi, tinggal klik produk yang diinginkan, jika berbentuk resep bisa di-scan dan di-upload lewat aplikasi, transfer sejumlah tagihan dan tak lama kemudian produk obat yang diinginkan akan sampai.
GO-MED

Ilistrasi di atas jika dilihat dari segi inovasi tentu sangat memudahkan pengguna untuk mendapatkan akses terhadap obat yang dibutuhkan. Tetapi jika dilihat dari pelayanan kesehatan ada beberapa hal yang terlupakan contohnya adalah PIO (Pelayanan Informasi Obat). Penggunaan obat keras atau obat yang diresepkan oleh dokter perlu adanya PIO dari seorang apoteker yang bekerja di apotik, karena apoteker akan memberikan informasi yang penting seperti cara penggunaannya, cara penyimpanannya, efek samping dari obat dan kontra indikasi obat itu sendiri (penulis merasakan sendiri apoteker melaksanakan PIO saat membeli obat LODIA yang diresepkan oleh dokter). Pelayanan Informasi Obat ini adalah salah satu faktor yang paling menentukan dalam proses terapi, penggunaan obat tanpa informasi yang benar akan menghasilkan hasil terapi yang buruk, apalagi jika berkaitan dengan cara penggunaan, cara penyimpanan, dosis, kontraindikasi dan efek samping yang ditimbulkan.

Pertanyaan yang mucul di kemudian hari adalah apakah mungkin seorang driver GO-JEK menggantikan peran apoteker dalam hal Pelayanan Informasi Obat (PIO) kepada pasien atau keluarga pasien? sedangkan driver GO-JEK tidak belajar tentang segala aspek untuk melaksanakan PIO.

Hal penting yang terlupakan adalah pemalsuan resep. Kemudahan untuk editing gambar bisa dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab dan lolos verifikasi upload resep dari aplikasi GO-JEK. Siapa yang bertanggung jawab apabila resep yang digunakan itu palsu dan ternyata resep itu berkaitan dengan Narkotika dan Psikotropika?

Sampai sekarang memang belum ada kasus akibat penyalahgunaan fitur GO-MED tetapi jangan sampai menunggu kasus baru kita bergerak. Pihak vendor pelayanan juga harus memperhatikan PERMENKES NO. 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Pemerintah yang berperan sebagai regulator juga harus membuat regulasi khusus, misalnya obat yang bisa diakses melalui fitur GO-MED adalah obat OTC (Over The Counter) atau obat bebas. Untuk masyarakat yang ingin membeli obat keras atau obat dari resep dokter harap meluangkan waktu untuk datang ke apotek karena apoteker adalah satu-satunya profesi yang bertanggung jawab atas penyampaian informasi obat yang benar kepada pasien atau keluarga pasien.

 

(Abdillah Azis)

Check Also

mobile-health-apps

[Survey] Berbagai Jenis Aplikasi Kesehatan Berbasis Mobile Di Pasaran

Terdapat berbagai mobile health apps atau aplikasi kesehatan berbasis mobile di pasaran, mulai dari yang memiliki fungsi sederhana hingga yang kompleks.

Show Buttons
Hide Buttons