cbpr

Skenario perkembangan rekam medis berbantuan komputer pada layanan primer di era JKN

Gawai Sehat tidak akan bosan untuk membahas JKN (Jaminan Kesehatan Nasional lho ya…bukan Jomblo Kronis Ni yee...). Tentu saja yang dibahas dari segi sistem dan teknologi informasinya. Dengan segala hiruk pikuknya, JKN diakui merupakan instrumen penting yang mendorong semakin banyaknya fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menggunakan teknologi informasi. Hal ini terjadi karena salah satu syarat agar fasilitas kesehatan dapat bermitra dengan BPJS Kesehatan adalah ketersediaan sistem informasi berbasis komputer. BPJS Kesehatan pun sudah menyediakan aplikasi untuk FKTP yang dikenal dengan nama PCare.

Diperkirakan, sekitar 16.000an fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sudah menggunakan PCare. Ini artinya sudah lebih dari 80% FKTP (meliputi puskesmas, dokter praktek keluarga, klinik) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan sudah menggunakan aplikasi komputer untuk mencatat data pasien serta terkoneksi dengan Internet. Bandingkan fakta tersebut dengan data Risfaskes (Riset Fasilitas Kesehatan) pada tahun 2011 yang hanya menemukan 17% puskesmas terkoneksi dengan Internet dari sekitar 8800-an Puskesmas yang disensus. Meskipun 78% sudah menggunakan komputer, namun penggunaan sistem informasi puskesmas baru mencapai 46%.

Skenario perkembangan rekam medis berbantuan komputer di era JKN

Semenjak penerapan JKN, bagaimanakah kondisi teknologi informasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama saat ini? Di sini Gawai Sehat menggunakan istilah rekam medis berbantuan komputer karena masih sulit mendefinisikan PCare sebagai suatu bentuk rekam medis elektronik. Masih ada beberapa fungsi yang belum dipenuhi untuk dapat disebut sebagai rekam medis elektronik.

Pra JKN JKN transisi (2014-2019) Pasca UHC (2020-)
Rekam medis kertas

tanpa Internet

tanpa komputer

rekam medis kertas

tanpa Internet

tanpa komputer

menulis catatan kunjungan peserta BPJS Kesehatan di buku register. Membawa buku register pasien BPJS Kesehatan di kantor cabang BPJS Kesehatan dan mengisikan ke dalam PCare

Catatan: jumlah yang semacam ini akan semakin sedikit seiring dengan ketersediaan Internet, komputer dan SDM puskesmas yang semakin melek komputer.

 ?
Rekam medis kertas

tanpa Internet

tanpa komputer

Rekam medis kertas

menggunakan PCare

Catatan: kelompok ini mengalami lompatan yang luar biasa. Tantangan tentu masih banyak berkaitan dengan kualitas penggunaan PCare. Perlu diperhatikan juga stabilitas jaringan Internet. Namun, budaya menggunakan komputer sudah tumbuh dan perlu dipeliharan. Khusus untuk puskesmas, mereka juga masih harus membuat laporan program menggunakan berbagai aplikasi (seperti SIHA & SITT yang berbasis Internet) maupun program kesehatan yang belum menggunakan aplikasi khusus

 ?
Rekam medis kertas

dengan Internet

dengan komputer

Rekam medis kertas

menggunakan PCare

Catatan: kelompok ini sudah terbiasa menggunakan komputer. Namun tetap harus beradaptasi dengan penggunaan PCare sebagai suatu sistem berbasis cloud.  Kualitas penggunaan PCare masih perlu menjadi catatan. Banyak permintaan mengenai bagaimana menggunakan data yang sudah tersimpan di PCare untuk analisis lebih lanjut. Khusus untuk puskesmas, mereka juga masih harus membuat laporan program menggunakan berbagai aplikasi (seperti SIHA & SITT yang berbasis Internet) maupun program kesehatan yang belum menggunakan aplikasi khusus

 ?
Rekam medis kertas

dengan Internet

dengan Sistem Informasi Manajemen FKTP yang sudah ada

Rekam medis kertas

menggunakan PCare

menggunakan SIM FKTP yang sudah ada, tanpa bridging

Catatan: kelompok ini sudah terbiasa dengan aplikasi komputer. Dengan adanya PCare, kelompok ini yang mengalami beban kerja berlipat karena harus bekerja di sistem yang sudah ada, PCare dan pembuatan laporan program menggunakan aplikasi khusus kesehatan(seperti SIHA- Sistem Informasi HIV/AIDS & SITT-Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu yang berbasis Internet) maupun yang lain. Kualitas PCare tentu menjadi catatan berkaitan dengan kelengkapan dan akurasinya.

 ?
Rekam medis kertas

dengan Internet

dengan Sistem Informasi Manajemen FKTP yang sudah ada

Rekam medis kertas minimal

menggunakan SIM FKTP yang sudah ada,  bridging dengan PCare

Catatan:  Dengan adanya sistem bridging, kelompok ini akan terbantu karena beban entri dua kali dari sistem lokal dengan sistem di BPJS akan terkurangi. Namun, bridging dengan aplikasi kesehatan(seperti SIHA & SITT yang berbasis Internet) masih menjadi tantangan. Kualitas PCare pada kelompok ini kemungkinan yang paling bagus.

 ?

Kondisi era UHC

Di kelompok manakah FKTP anda berada? Skenario di atas akan terus bergulir secara dinamis dari waktu ke waktu. Kondisi dan tantangan pada tahun 2016 tentu berbeda dengan saat awal implementasi JKN pada tahun 2014. Oleh karena itu diperlukan pemantauan perkembangan yang berkelanjutan. Pemantauan tersebut tidak hanya bermanfaat secara akademis tetapi juga secara operasional bagi program Jaminan Kesehatan Nasional, fasilitas kesehatan  dan masyarakat. Jika data yang dimasukkan di PCare tidak akurat dan berakibat kepada keputusan diagnosis dan terapi dokter tidak tepat, bukankah masyarakat sendiri yang terkena akibatnya?

Pemantauan perkembangan tersebut tentunya diikuti dengan tindakan untuk terus memperbaiki sistem yang ada. Gawai Sehat akan membahas lebih lanjut skenario ini dalam posting berikutnya. Apakah menjadikan PCare sebagai suatu sistem raksasa yang lengkap untuk  memenuhi semua kebutuhan program kesehatan, baik BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, BKKBN sampai dengan kebutuhan bagi dinas kesehatan, sektor terkait maupun FKTP itu sendiri? Ataukah menjadikan PCare sebagai sistem untuk memenuhi kebutuhan BPJS Kesehatan saja tetapi interoperabel dan bergandeng tangan secara mesra dengan berbagai aplikasi kesehatan lainnya? Masing-masing memiliki risiko dan kelebihannya.

Di era UHC ketika semua warga sudah terlindungi oleh JKN tentu saja akan memiliki tantangan yang lebih berat. Saat ini, JKN diperkirakan sudah melindungi 169 juta penduduk. Setiap harinya, masing-masing FKTP mungkin menerima kunjungan pasien dari 25-300 pasien per hari. Bisa dibayangkan banyaknya data yang terkumpul dari 16.000-an FKTP. Saat era UHC tercapai tidak hanya jumlah data yang menjadi tantangan, namun kelangsungan dan reliabilitas sistem pasti dipertaruhkan. Saat sistem menjadi digital, mereka tidak akan mau kembali ke era kertas lagi.

 

Check Also

electronic health record

Inilah Tahapan Ideal Implementasi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit

Berikut adalah tahapan ideal dalam implementasi rekam medis elektronik, khususnya di rumah sakit.

Show Buttons
Hide Buttons