electronic health record
electronic health record

Manfaat Penerapan Rekam Kesehatan Elektronik

Menurut The Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS), “Electronic health record is longitudinal electronic record of patient health information generated by one or more encounters in any care delivery setting.”  Rekam kesehatan berbasis elektronik menyediakan data kesehatan pasien secara longitudinal sesuai dengan layanan kesehatan yang telah diterima pasien di berbagai sarana pelayanan kesehatan. Pada pencatatan berbasis kertas, data ini masih terfragmentasi pada masing-masing sarana pelayanan kesehatan yang pernah merawat pasien tersebut. Rekam kesehatan elektronik mengintegrasikan data dari rekam kesehatan di masing-masing sarana pelayanan kesehatan.

Berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan rekam kesehatan elektronik memberikan banyak keuntungan. Riwayat kesehatan seorang pasien akan terpelihara dengan baik sehingga setiap dokter yang merawat akan dapat mengakses dan menelusuri riwayat kesehatan pasien dengan mudah.

Efisiensi waktu

Sebuah survey kepada para dokter di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mayoritas responden merasakan manfaat dari rekam kesehatan elektronik. Bahkan 71% responden menyatakan proses dokumentasi menggunakan rekam kesehatan elektronik memakan waktu yang lebih cepat dibanding pencatatan berbasis kertas. Sebuah fakta yang membantah bahwa pencatatan berbasis komputer justru akan menghambat proses pelayanan karena dikhawatirkan memakan lebih banyak waktu dibanding menulis di atas kertas.

Efisiensi biaya

RAND HIT Project melaporkan bahwa adopsi rekam kesehatan elektronik secara nasional di Amerika Serikat dapat menghemat anggaran kesehatan sebesar lebih dari 81 Milyar USD setiap tahunnya. Tentu hasil studi ini semakin membuktikan bahwa penerapan rekam kesehatan elektronik akan jauh memangkas anggaran kesehatan. Meskipun biaya investasi di awal implementasi cukup besar namun potensi penghematan anggaran di kemudian hari jauh lebih besar.

Mengurangi Medication Errors

Salah satu manfaat dari yang banyak disebutkan dalam beberapa studi tentang rekam kesehatan elektronik adalah menurunnya jumlah medication errors. Sistem berbasis elektronik dapat memberikan early warning untuk mengingatkan dokter apabila ada tindakan atau obat yang bertentangan dengan riwayat pasien terdahulu. Misal adanya alergi atau kontra indikasi terhadap obat tertentu. Sebuah studi tentang e-prescription pada tahun 2005 menunjukkan bahwa resep obat yang dibuat secara elektronik memiliki tingkat kesalahan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan resep yang ditulis menggunakan kertas.

Dengan berbagai manfaat dari rekam kesehatan elektronik di atas tentu kita semua berharap agar sistem tersebut dapat diwujudkan di Indonesia. Pada tulisan terdahulu saya sempat membahas tentang p-Care yang memiliki potensi sebagai rekam kesehatan elektronik yang pertama di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari reformasi sistem kesehatan melalui penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diharapkan dapat mencapai jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia pada tahun 2019. Kebijakan tersebut berpotensi besar mendorong adopsi rekam medis elektronik di negara ini. Dengan semakin banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang menerapkan rekam medis elektronik tentu impian tentang terimplementasinya rekam kesehatan elektronik di Indonesian bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk dikejar.

 

(Dian Budi Santoso)

 

Referensi:

Lobach, D. F., & Detmer, D. E. (2007). Research Challenges for Electronic Health Records. American Journal of Preventive Medicine, 32, 104-111.

Pizziferri et al. (2005). Priary care physician time utilization before and after implementation of an electronic health record: A time-motion study. Journal of Biomedical Informatics, 38, 176-188.

Abramson et al. (2011). Electronic Prescribing Within an Electronic Health Record Reduces Ambulatory Prescribing Errors. The Joint Commission Journal on Quality and Patient Safety, 37, 470-478.

 

Ilustrasi: Healthline

Show Buttons
Hide Buttons