Viewi: Teknologi Virtual Reality untuk Deteksi Dini Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit mata dimana terjadi kerusakan saraf optik yang diikuti gangguan pandangan. Sebuah jurnal kedokteran, The Lancet, mengemukakan 60 juta orang di dunia mengidap penyakit mata tersebut. Bahkan di negara-negara maju setengah dari pengidap glaukoma belum terdiagnosis.

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak di seluruh dunia. Berbeda dengan katarak, kebutaan yang diakibatkan glaukoma bersifat permanen. Berdasarkan data WHO 2010, diperkirakan 39 juta orang di dunia menderita kebutaan dan glaukoma menyumbang sebanyak 3,2 juta. Gejala glaukoma sering tidak disadari sehingga kebanyakan penderia kurang menyadari bahwa dirinya menderita glauokma dan baru terdiagnosis ketika telah berada pada level lanjut bahkan telah terjadi kebutaan total.

Sebuah inovasi teknologi terbaru diciptakan oleh Cambridge Consultants berupa perangkat headset VR (virtual reality) yang dinamakan Viewi Headset. Dengan alat ini, seseorang bisa memeriksakan kesehatan matanya termasuk mendeteksi Glaukoma. Cara kerja dari perangkat VR tersebut bekerja dengan bantuan smartphone pengguna dan juga koneksi bluetooth untuk me-remote pengoperasian.

viewi headset-virtual reality

Pengguna akan diminta untuk mengikuti beberapa instruksi dan melalui koneksi bluetooth tersebut pengguna diminta untuk menekan tombol saat cahaya dari layar smartphone dinyalakan. Proses ini dikatakan hanya memerlukan waktu sekira 5 menit tiap mata.

Selain itu, penggunanya juga bisa membagikan hasil tes tersebut kepada dokter spesialis untuk mengetahui apakah kondisi matanya dalam keadaan sehat ataupun membutuhkan penanganan serius.

“Teknologi Viewi bisa memberikan sistem peringatan dini yang berharga untuk orang yang beresiko terkena glaukoma, serta pasien yang perlu memonitor efek dari penyakit pada penglihatan mereka” Chris Dainty, Seorang profesor di University College London Institute of Ophthalmology dan Moorfields Eye Hospital.

Viewi kabarnya dibanderol sekira USD26,53 (Rp350 ribuan) dan diharapkan dapat digunakan di negara berkembang dengan keterbatasan fasilitas kesehatan di rumah sakit.

Jika Anda termasuk dalam kelompok orang yang malas memeriksakan kesehatan mata, maka alat ini bisa membantu untuk mengetahui potensi Glaukoma yang kemungkinan Anda alami.

 

(Mega Septiani)

 

Referensi:

http://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736%2810%2961423-7/fulltext

http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-glaukoma.pdf

http://www.cambridgeconsultants.com/media/press-releases/visionary-technology

http://www.aop.org.uk/ot/science-and-vision/technology/2016/09/15/glaucoma-test-on-a-smartphone

Ilustrasi:

http://www.cambridgeconsultants.com/sites/default/files/images/press-releases/patient_wearing_viewi_device.jpg

Check Also

nano retina 2

Nano Retina: Chip untuk Mengatasi Kebutaan

Nano Retina, sebuah perusahaan di Israel, mengembangkan teknologi berupa implant untuk menggantikan fungsi fotoreseptor yang rusak.

Show Buttons
Hide Buttons