smartcitysymposium

Tjahjo Kumolo Membuka Smart City Symposium 2016 di UGM

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka gelaran Smart City Symposium 2016 bertempat di Auditorium Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Pembukaan symposium disertai dengan penandatangan MoU antara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM sekaligus Grand Launching Pusat Studi “Center for Digital Society”. Pusat studi ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk mengkaji lebih mendalam tentang masyarakat digital di Indonesia serta mampu memberi kontribusi bagi para pemerintah dalam mengambil kebijakkan.

Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwa teknologi yang dikembangkan dalam konteks smart city haruslah dapat memberikan pengaruh kedalam dan keluar. Kedalam dalam artian dapat mengikat dan mendisiplinkan aparatur pemerintah, keluar dalam artian dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan publik. Dengan penerapan konsep smart city diharapkan kinerja dan transaparansi pemerintah akan meningkat, kepuasan masyarakat terhadap pemerintah dan layanan public juga meningkat.

Mendagri Tjahjo Kumolo dalam Smart City Symposium 2016

Pada pembukaan symposium dilakukan juga penyampaian materi oleh Dr. Astrid Tumenez, Regional Director, Corporate, External, and Legal Affairs, Microsoft. FISIPOL UGM sebelumnya telah bekejasama dengan Microsoft dalam proyek penelitian yang berjudul Microsoft Smart Secondary City Project dengan hasil penelitian yang memproyeksikan bahwa dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang Indonesia akan mengalami transformasi digital. Transformasi tersebut merupakan titik temu dari tiga aspek. Pertama, munculnya revolusi kelas menengah. Kedua, cepatnya pertumbuhan kota-kota sekunder di Indonesia sebagai mesin penggerak pertumbuhan nasional. Ketiga, masifnya perkembangan teknologi dan informasi di dunia yang juga berdampak terhadap Indonesia.

Simposium dilanjutkan dengan 3 sesi diskusi panel yang menghadirkan para utusan daerah yang dianggap telah sukses menerapkan konsep smart city di daerahnya. Beberapa utusan daerah yang dihadirkan diantaranya dari Bandung, Bekasi, Makassar, Yogyakarta, Tangerang, Semarang, Serang, Sidoarjo, Depok, Banda Aceh, dan Pontianak. Kabupaten/Kota tersebut telah melakukan berbagai inovasi bidang teknologi untuk menunjang pelayanan public dan mengatasi berbagai masalah di daerahnya masing-masing. Sebagai contoh, untuk meningkatkan rasa aman warganya, menanggulangi tindak krmiminalitas begal dan geng motor yang meresahkan, Pemerintah Kota Makassar memasang CCTV di seluruh penjuru kota, bahkan bisa merekam kejadian dengan detail sampai jarak 300 meter dari kamera. Kemudian dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kota Makassar menerapkan smartcard untuk menyimpan data medis penduduk sehingga sewaktu-waktu dirawat, data riwayat kesehatan penduduk dapat langsung dibaca oleh tenaga medis yang menangani.

Kemudian di Bekasi misalnya, untuk menangani jumlah sampah yang menggunung karena ada 6000 ton sampah setiap harinya, Pemerintah Kota Bekasi membangun pembangkit listrik tenaga sampah yang dapat menghasilkan daya listrik hingga 35MW. Selain dapat mengatasi permasalahan sampah, inovasi ini juga dapat menambah suplai listrik bagi penduduk Kota Bekasi. Diharapkan para pemerintah daerah lain, peneliti, serta para professional di bidang teknologi dapat bersinergi untuk dapat menerapkan konsep smart city ke seluruh penjuru negeri.

Show Buttons
Hide Buttons