deteksi infeksi telinga

Teknologi Infra Merah untuk “Melihat” Infeksi di Telinga Tengah

Sepuah produk baru di dunia kesehatan telah dikembangkan oleh MIT (Massachusett Institute of Technology) dan seorang dokter di Connecticut Children’s Medical Center. Produk ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosis infeksi telinga secara akurat menggunakan teknologi infra merah. Di Amerika Serikat sendiri diperkiran ada 2 juta kasus infeksi telinga per tahun dimana para dokter kadang masih ragu untuk menegakkan diagnosis terkait infeksi telinga tersebut.

Perangkat baru ini masih dalam proses penyempurnaan, diharapkan fungsinya dapat optimal menggantikan teknologi otoscope (otoscope adalah alat yang digunakan dokter untuk memeriksa telinga bagian tengah guna mencari tanda-tanda infeksi). Teknologi otoscope saat ini hanya dapat menjangkau jaringan telinga beberapa millimeter saja. Sedangkan produk ini dengan gelombang pendek infra merah dapat menjangkau telinga bagian tengah lebih dalam.

Temuan ini ditulis di journal PNAS yang ditulis oleh Moungi Bawendi, profesor kimia di MIT; Jessica Carr, mahasiswa doktoral di MIT; Oliver Bruns, peneliti MIT; dan Tulio Valdez, seorang otolaryngologist anak di Connecticut Children’s Medical Center serta associate professor THT di University of Connecticut.

“Satu tanda diagnostik yang jelas dari infeksi di telinga adalah penumpukan cairan di belakang gendang telinga”, Carr menjelaskan. Tetapi otoscope konvensional tidak dapat menembus cukup dalam ke jaringan untuk mengungkapkan penumpukan cairan  tersebut. “Sering kali, peluangnya fifty-fifty menebak apakah ada cairan di sana,” kata Carr. “Jika tidak ada cairan, maka tidak ada infeksi. Salah satu keterbatasan teknologi yang ada saat ini adalah bahwa Anda tidak dapat melihat melalui gendang telinga, sehingga Anda tidak dapat dengan mudah melihat cairan. Tapi gendang telinga pada dasarnya menjadi transparan apabila menggunakan perangkat yang kami kembangkan ini. Cairan di dalam telinga, sebaliknya menjadi sangat gelap dan sangat jelas”.

“Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 8 juta anak di AS setiap tahunnya didiagnosis menderita otitis media, istilah medis untuk infeksi telinga tengah, namun hanya 51% dari jumlah tersebut yang diagnosis akurat”, Carr menambahkan.

“Dampak dari produk  ini sangatlah besar,” kata Karina Cañadas, asisten profesor THT anak di Baylor College of Medicine di Texas, yang tidak terlibat dalam pekerjaan ini. “Infeksi telinga adalah salah satu alasan paling umum anak-anak untuk berkunjung ke dokter anak, tetapi kadang pemeriksaan telinga tengah pada anak tidaklah mudah sehingga pemeriksaan tidak selalu optimal. Dengan teknologi ini, bahkan pemeriksaan singkat akan mampu mendeteksi cairan telinga tengah dengan lebih akurat. ”

Penelitian ini didukung oleh Laser Biomedical Research Center di MIT didanai oleh National Institutes of Health, MIT Institute for Soldier Nanotechnologies, dan Air Force Office of Scientific Research.

 

(Abdillah Azis)

 

Sumber: mit.edu

Check Also

nano retina 2

Nano Retina: Chip untuk Mengatasi Kebutaan

Nano Retina, sebuah perusahaan di Israel, mengembangkan teknologi berupa implant untuk menggantikan fungsi fotoreseptor yang rusak.

Show Buttons
Hide Buttons