virtual reality kesehatan

Teknologi Virtual Reality dalam Pelayanan Kesehatan

Realitas Maya

Virtual Reality (VR) atau Realitas Maya merupakan bentuk teknologi yang menghadirkan lingkungan riil secara maya. Lingkungan maya yang dibuat dengan perangkat lunak dan disajikan kepada pengguna sedemikian rupa sehingga pengguna yakin dan menerimanya sebagai lingkungan nyata. Pada komputer, teknologi ini dapat dialami oleh dua dari lima indera manusia, penglihatan dan suara.

Bentuk sederhana VR adalah gambar 3D (tiga dimensi) yang dapat dieksplorasi secara interaktif di personal komputer. Dengan menggunakan tombol dan mouse, gambar dapat bergerak dalam beberapa arah, dapat diperbesar atau diperkecil. Yang lebih canggih lagi, tampilan layar bisa berputar, memungkinkan pengguna merasakan tampilan gambar hadir sungguhan.

 

Penggunaan Virtual Reality untuk pelayanan kesehatan

Hingga tahun 2020 diperkirakan nilai pasar global bagi VR dalam pelayanan kesehatan akan mencapai $3.8 miliar yang didominasi oleh teknologi informasi kesehatan. Teknologi VR makin luas digunakan dalam aplikasi kesehatan yang terus meningkat berupa :

  • Visualisasi (virtual endoscopy, colonoscopy)
  • Komputer pendukung pembedahan (pelatihan, perencanaan, penyembuhan dan pelaksanaan operasi)
  • Radioterapi
  • Dentistry
  • Rehabilitasi dan terapi
  • Telemedicine
  • Fobia / Katakutan
  • Autis
  • PTSD (post-traumatic stress disorder)
  • Depresi dan kegelisahan
  • Edukasi (pengajaran, pelatihan, penentuan tingkat ketrampilan)

 

Virtual Reality membantu penyembuhan

Beberapa aplikasi VR untuk pasien berbentuk lingkungan yang dapat menimbulkan rasa tenang dan damai guna mendukung penyembuhan. VR dapat menciptakan suatu lingkungan riil dari suasana perjalanan di suatu tempat, seperti naik helikopter di atas Iceland dengan topografi dan landscapes sesungguhnya; atau di sebuah studio lukis dimana pasien bisa melakukan kegiatan melukis, yang tentu membuat senang hatinya; atau suasana di dalam laut dimana pasien bisa merasakan berenang bersama lumba-lumba dan mahluk laut lainnya agar pasien merasa bahagia.

Penelitian di Cedars-Sinai Medical Center tentang penggunaan VR sebagai penyembuhan, diujikan kepada 70 pasien. Dengan menggunakan 4 aplikasi yang ditanam pada Samsung Gear VR, masing-masing pasien menggunakan selama 2 sampai 5 menit, hingga maksimal 20 menit ini, membuktikan bahwa cara ini membantu pasien melepas stres & kegelisahan.

VR juga merupakan cara tepat bagi dokter untuk menjalankan terapi guna penanganan fobia. Aplikasi yang dikembangan dapat dipakai penanganan berbagai fobia seperti takut terbang, takut ketinggian, takut jarum, takut di ruangan sempit, takut di keramaian, takut berbicara di depan publik, takut akan serangga dan takut menyetir.

Beberapa bidang studi dan pengembangan VR untuk pelayanan kesehatan juga mengelola trauma lumpuh, kerusakan otak dan rehabilitasinya, pelatihan kognisi sosial bagi remaja autis, perawatan depresi dan kegelisahan, rehabilitasi stroke, Alzheimer, manajemen ADHD anak, diagnostic dan visualisasi gambar/imaging.

 

VR membantu proses pembedahan

Dr Juan Carlos Muniz, spesialis kardiologi anak di RS Anak Nicklaus Florida, menggunakan alat model 3D dari jantung seorang anak perempuan. Ini disiapkan karena mereka dalam kondisi harus melakukan operasi yang sulit dan komplek guna menyelamatkan nyawa. Anak ini lahir dengan separuh jantung dan hanya satu paru-paru. Bekerjasama dengan aplikasi iPhone yaitu Sketchfab, tim dokter jantung bisa melihat jantung anak ini dalam gambaran 3D dari berbagai macam sudut pandang secara mudah dan jelas. Hal ini memungkinkan tim bedah jantung membuat rencana yang tepat dan seksama untuk menjalankan operasi yang sulit tersebut, termasuk tindakan insisi dalam posisi paling efektif dan paling aman.

 

VR ke depan di dunia medis

Penggunaan teknologi VR masih relatif baru bila dikatakan sebagai paradigma pendobrak dalam pelayanan kesehatan, mengingat inovasi dalam dunia kesehatan akan terus meningkat seiring akan bermunculan riset serta aplikasi teknologi VR untuk pengobatan, VR dentistry, VR perawatan, VR pembedahan, Simulasi Operasi, VR terapi, VR penanganan fobia, VR penanganan PTSD, VR untuk autis, VR untuk penyandang cacat dan VR untuk masalah-masalah kesehatan.

Tidak berapa lama lagi, berbagai hal akan mencengangkan praktisi medis dengan kemudahan integrasi dan interseksi teknolgi VR dengan intelegensia artifisial,  analisis data, sensor, bio feedback dan peningkatan kekuatan penggunaan komputer.

Mengadaptasi simulasi virtual yang dipelajari sebagai interaksi pasien, akan menjadi revolusi pelayanan berfokus pasien dan secara mendasar mengubah cara penyampaian pelayanan kesehatan.

 

Rawi Miharti

 

Sumber:

Definition of Virtual Reality. http://whatis.techtarget.com/definition/virtual-reality

Pennic, Jasmine. How Virtual Reality Can Improve Patient Experience in Healthcare. http://hitconsultant.net/2016/06/30/virtual-reality-patient-experience/

Solanki, Mitan. Virtual Reality and its Application to Healthcare. Informatics & Virtual Reality Group. The University of Warwick.

Stofko, Larry. How Virtual Reality Changes Healthcare. http://www.cio.com/article/3091037/virtual-reality/

Check Also

3

Leka – Teman Main Cerdas Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Sebuah robot mainan cerdas yang dinamakan Leka, dibuat sebagai teman bermain dan belajar anak-anak berkebutuhan khusus (autis).

Show Buttons
Hide Buttons