Memanfaatkan Barcode di Sarana Pelayanan Kesehatan

Pemanfaatan Barcode Pada Sarana Pelayanan Kesehatan

Fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia mulai memperbaiki sistem kerjanya agar bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi penggunanya. Beberapa hal yang dilakukan untuk meningkatkan pelayan diantaranya mulai digunakannya aplikasi SIMRS (Sistem Informasi dan Manajemen Rumah Sakit), penggunaan map/folder dengan bahan yang baik untuk menyimpan berkas rekam medis, Kartu Identitas Berobat (KIB) dengan bahan yang berkualitas seperti kartu ATM sehingga pasien akan lebih memiliki rasa memiliki untuk menyimpannya, dan masih banyak lagi.

Salah satu perkembangan teknologi yang kemudian dapat diimplementasikan di fasilitas pelayanan kesehatan adalah barcode. Teknologi ini biasa kita temui penggunaannya pada produk-produk yang dijual di toko. Barcode biasanya digunakan untuk mengidentifikasi barang dan untuk mengendalikan jumlah barang yang ada di toko. Menurut Wahyono (2010),  Kode batang atau barcode merupakan representasi data yang secara optikal dapat dibaca dengan mesin. Kode berbentuk garis dengan warna hitam putih tersebut mengandung satu kumpulan kombinasi yang berlainan ukuran, dan disusun sedemikian rupa menurut aturan tertentu sehingga dapat diterjemahkan oleh mesin pembacanya. Barcode pun saat ini memiliki berbagai macam bentuk, ada yang mengkombinasikan garis, kotak, titik, atau bentuk lainnya yang mengombinasikan simbologi linier satu dimensi di dalam simbologi dua dimensi. Sehingga satu sama lainnya tidak mungkin memiliki barcode yang sama.

Penggunaan barcode pada fasilitas pelayanan kesehatan akan lebih mengefisienkan waktu pendaftaran bagi pasien. Petugas cukup men-scan kartu identitas berobat pasien yang telah dibubuhi barcode dan otomatis data pasien akan langsung ditemukan. Barcode juga dibubuhkan di beberapa item yang digunakan pasien selama berada di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain pada kartu identitas berobat (KIB); barcode juga dibubuhkan pada map berkas rekam medis baik rawat jalan, rawat inap, maupun gawat darurat; dan gelang pasien. Barcode dijadikan identitas unik pasien di sarana pelayanan kesehatan. Petugas di fasilitas pelayanan kesehatan akan lebih dimudahkan dalam melakukan verifikasi/identifikasi pasien menggunakan teknologi barcode tersebut.

 

(Naufal Farah Azizah)

 

Sumber :

Wahyono, Teguh. 2010. Membuat Aplikasi dengan Memanfaatkan Barcode. Jakarta: Elex Media Komputindo

Ilustrasi : martechidea

Check Also

hillary-trump

Topik Pelayanan Kesehatan dalam Debat Calon Presiden AS Clinton – Trump

Isu healthcare (pelayanan kesehatan) juga menjadi topik dalam debat calon presiden AS, antara partai Demokrat - Hillary Clinton dan partai Republik - Donald Trump.

Show Buttons
Hide Buttons